pagi datang tanpa warna
lampu kantor sudah menyala
langkahmu memecah udara
sunyi berubah jadi bahaya
kami menunduk seperti biasa
menjawab salam sekadarnya
di balik meja yang sama
ada cemas yang tak bersuara
nada tinggi seperti palu
memukul ruang tanpa jeda
setiap kata jadi peluru
tinggal menunggu siapa yang kena
di ruangan ini suara ditelan
pertanyaan berubah ancaman
kami belajar pura~pura aman
walau hati perlahan tenggelam
di ruangan ini kepala menunduk
i~de dipatahkan sebelum tumbuh
jam berdetak tapi waktu beku
kami bekerja… tapi tidak hidup
tatapan tajam menembus meja
seolah kami musuh negara
penjelasan tak pernah cukup
jawaban selalu dianggap luka
kami mencoba bicara
tapi kalimat selalu dipotong
hah?! maksudnya apa!!!
seperti palu memukul kosong
masuk ruang hawa beda tensi langsung meninggi
belum duduk sudah tahu siapa mangsa hari ini
nada naik satu oktaf semua kena getar
bukan karena hormat tapi takut disambar
kata~kata dipelintir narasi dibalik
menjelaskan pelan pun tetap dianggap panik
logika dipatahkan sebelum sempat dipakai
ujung~ujungnya sama: kita lagi yang disakiti
ini bukan soal kerja tapi adu kuasa
siapa paling keras dia yang bertahta di angkasa
yang benar bisa kalah cuma karena nada
di ruangan ini fakta mati ditelan suara
suara keras memenuhi ruang
nama disebut seperti dakwaan
bukan lagi tentang kesalahan
ini tentang siapa berkuasa
di ruangan ini suara ditelan
pertanyaan berubah ancaman
kami belajar diam perlahan
bukan karena hormat… tapi tekanan
di ruangan ini kepala menunduk
i~de dipatahkan sebelum tumbuh
jam berdetak tapi waktu beku
kami bekerja… tapi tidak hidup
kami hafal pola bukan lagi hal baru
nada naik tinggi tuduh kami tanpa ragu
gak perlu kaget cuma nunggu antrean
siapa hari ini yang jadi bahan tekanan?
pelan tapi pasti kami pilih menghilang
bicara seperlunya emosi kami kekang
bukan tak mampu kami cuma sudah paham
di tempat ini suara cuma bakal bungkam
yang bertahan di sini bukan yang paling benar
tapi yang paling diam dan paling tahan sabar
kami bertahan bukan karena kami kuat
tapi karena jalan keluar belum terlihat
dan suatu hari nanti
ketika kursi tinggal cerita
mungkin ruangan ini sadar
ia terlalu lama menelan suara
